Sabtu, 06 Maret 2010

Ramai2 Lagu Daur Ulang Kreatif atau Tidak Kreatif

Persaingan di dunia musik tanah air terutama band, membuat management dan sang artis melakukan berbagai upaya untuk menarik telinga peminat musik. Trend yang begitu kelihatan sekarang adalah mencomot lagu lawas yang terkenal dan di daur ulang kembali dengan aransemen baru. Memang kreatif sebab lagu rasa lagu menyesuaikan dengan karakter penyanyi/band yang bersangkutan. Dan memang tidak kreatif sebab bukan lagu sendiri.

Mr. H cukup bingung sebab baru kali ini lagu daur ulang bener2 booming. Kalo dilihat sebelumnya memang udah ada beberapa band yang mengambil lagu lawas tapi lebih ke bentuk tribute seperti Koes Plus ato Chrisye dan juga Godbless. Nah sekarang ini tahun 2010 beberapa band memilih untuk mengaransemen lagu lawas milik mereka sendiri, contohnya Kahitna lewat “Untukku” ato Jamrud dengan single “Putri”.

Wajar saja sebab band senior tersebut butuh cara baru untuk mencari penggemar yang sekarang dipenuhi band anak muda dengan aliran yang lebih melow dank e arah melayu. So….keluarkan lagu yang udah lama, diharap proses sosialisasi telinga lebih mudah karma dulunya terkenal. Dan buat generasi muda sekarang paling gak waktu mereka kecil dulu pasti ikut mendengarkan entah dari kakak ato orang tua. Tapi Mr. H merasa bahwa kepentingan bisnis lebih besar dibandingkan jiwa seni yang dialirkan di tiap lagu. Mungkin bahasa gampangnya sih cuma kejar setoran.

Beda band beda lagu dan strategi daur ulang. Buat yang belum terlalu lama di dunia musik lebih memilih daur ulng lagu di era 90-an. Seperti Vagetos “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” dari Broery Marantika, Tiket “Jatuh Bangun” milik Meggy Z, J-Rocks “Madu dan Racun” dari Arie Wibowo, ST12 dengan “Isabella” dari negeri Jiran, T.R.I.A.D lewat “Musthapa” milik Queen.

Dilihat dari aransemen yang dimiliki emang top banget dah. Dinyanyikan dengan cirri khas masing2 band dan kerasa perbedaan dibandingkan sama lagu aslinya. Bahkan yang beda genre bisa beda rasa dan suara pas diaransemen ulang. Nah kalo dilihat lagu karya orang lain mungkin bisa dinilai agak tidak kreatif dan kurang berani. Ssebab mau gak mau masih mengandalkan keterkenalan lagu itu di jaman dahulu yang diharapkan punya kekuatan sam di jaman sekarang. Yang bikin Mr. H bingung kenapa sich band kelas atas menyanyikan lagu lawas bukannya bikin karya sendiri. Kreatif ato gak kreatif ???

1 komentar:

komentar anda demi kemajuan saya