Jumat, 30 Maret 2012
Sejarah ETHERNET
Sebelum aku bahas tentang sejarah Ethernet. Aku pengen Tanya kepada para pembaca sekalian ada yang tau gak sih apa itu Ethernet?? Bagi yang belum tau Ethernet akan saya jelasin dikit aja. Ethernet merupakan jenis scenario perkabelan dan pemrosesan untuk data jaringan computer. Gimana udah tau tau belum ethenet itu apa?? Terlalu singkat ya?? Langsung aja deh ke sejarah nya..
Ethernet pada awal nya dikeluarkan pada tahun 1975 yang di desain untuk menyambungkan 100 komputer dengan kecepatan transfer 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer. Desain tersebut didesain oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox PARC (Palo Alto Research Center) sejak tahun 1972. Desain tersebut menjadi sedemikian sukses di masa itu sehingga Xerox, Intel dan Digital Equipment Corporation mengeluarkan standar Ethernet 10Mbps yang banyak digunakan pada jaringan computer saat ini. Selain itu, terdapat standar Ethernet dengan kecepatan 100Mbps yang dikenal dengan Fast Ethernet.
Asal mula Ethernet berawal dari sebuah pengembangan WAN (Wireless Area Network) di University of Hawaii pada tahun 1960 yang dikenal dengan nama "ALOHA". Universitas tersebut memiliki daerah geografis kampus yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan komputer kampus yang solid.
Standarisasi system ethenet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. Proses standardisasi teknologi Ethernet akhirnya disetujui pada tahun 1985 oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE selanjutnya diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia yang ditujukan untuk membentuk jaringan komputer. Kecepatan transmisi data di Ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat ini yang umum ada di pasaran adalah Ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah 10Base5, 10Base2, 10BaseT dan 10BaseF.
Karena kesederhanaan dan keandalannya, Ethernet pun dapat bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan. Sejarah diatas saya comot dari berbagai sumber-sumber terpercaya.
Bablas..
Kamis, 15 Maret 2012
digital economy
Dijaman yang amat sangat modern seperti sekarang ini, teknologi berkembang begitu sangat pesat. Banyak perangakt-perangkat teknologi yang berkembang begitu sangat pesat. Banyak orang yang mempunyai inovasi – inovasi yang berhubungan atau yang memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu nya digital economy. beberapa konsep - konsep yang bersangkutan dengan digital economy adalah digital economy, economic of internet, knowledge based economy, e – commerce, e-marketing, e-business, e-finance, e-baning, e-money, digital cash, dan less-cash society. Semua konsep-konsep baru tersebut berkaitan dengan perkembangan dan penerapan dari perkembangan teknologi pada berbagai sektor perekonomian.
Pada saat ini banyak orang di Indonesia sudah banyak menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, kartu debet, kartu ATM, kartu prabayar dan lain sebagainya untuk melakukan berbagai transaksi mulai dari masyarakat kota sampai masyarakat desa sudah menggunakannya. Tidak hanya itu alat pembayaran non tunai yang ada di Indonesia ini, masih banyak lagi yang lainnya.
Proses-proses pembayaran tersebut sudah banyak dilakukan oleh pelaku bisnis di Indonesia mulai bank atau non bank pun sudah melakukannya. Contoh saja sekarang sudah ada pom bensin, masuk tol, pembelian barang di berbagai pusat perbelanjaan dan masih banyak lainnya jasa-jasa yang menggunakan proses pembayaran ini. Mungkin beberapa tahun ke depan semua sector ekonomi di Indonesia sudah memakai proses pembayaran ini.
Pada saat ini perkembangan pengguna kartu plastic ataupun biasa disebut kartu atm cenderung menunjukkan trend meningkat dari tahun ke tahun. Seperti yang di laporkan oleh BI (Bank Indonesia) di sebuah media masa maupun elektronik menyatakan bahwa sampai bulan Juli 2007 tercatat ada 54 bank yang telah menerbitkan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan 21 pelaku ekonomi contohnya perbankan, lembaga-lembaga selain bank telah menerbitkan kartu kredit. Jumlah bank yang telah menerbitkan kartu ATM maupun kartu kredit tercatat 37 bank. Tapi hanya dua perusahaan yang telah menerbitkan kartu prabayar yaitu Telekomunikasi Indonesia dan Telekomunikasi Seluler.
Seperti yang saya kutip dari sebuah media masa yang terbit pada tahun 2004. Intensitas penggunaan layanan transaksi berbasis kartu di Indonesia memang cenderung semakin meningkat. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat digital khususnya less-cash society di Indonesia mulai terbentuk. Memang masyarakat digital tersebut masih tergolong minoritas. Sebagai ilustrasi, jika jumlah kartu plastik sebanyak 41.172.551 dibagi jumlah penduduk Indonesia- yang tercatat sebanyak 225 juta pada tahun 2006, maka kartu plastik per kapitanya adalah 0.18. Angka tersebut bisa diartikan bahwa hanya 18 dari 100 orang Indonesia yang mempunyai kartu plastik. Jumlah masyarakat digital tersebut relatif tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Sebagai contoh, di Amerika Serikat persentase keluarga yang menggunakan berbagai jenis kartu plastik tersebut untuk tahun 2003 saja sudah mencapai 65% untuk kartu ATM, 54% untuk Debit Card, 73% untuk Prepaid Card, dan 6% untuk Smart Card (The Fed, 2004).
Sekarang sudah banyak bank yang menerbitkan layanan e-Banking di Indonesia. Yang saya ketahui bank yang telah menerbitkan layanan ini adalah BNI dan BCA. Mungkin bank-bank lain juga sudah menerbitkan namun saya hanya mengetahui 2 bank besar di Indonesia yang telah menerbitkan layanan ini. Peminat layanan ini masih dari kalangan menengah ke atas. Mereka memilih menggunakan layanan ini dikarenakan mereka diberi kemudahan untuk bertransaksi melalui computer tanpa perlu kita ke bank. Namun banyak hal yang sangat berpengaruh untuk menghambat laju peningkatan pengguna pada layanan ini yaitu tidak kerahasiaan dan tingkat keamanan yang mungkin masih banyak dipertanyakan oleh beberapa orang. Untuk kasus di Amerika Serikat, pemanfaatan layanan perbankan berbasis komputer (computer banking) disebabkan oleh faktor kemudahan layanan- disebutkan oleh 79 persen responden dan penghematan waktu-disebutkan oleh 71 persen responden. Hasil survey lainnya menunjukkan faktor kesediaan layanan E-banking yang 24 jam menjadi faktor penting lainnya (The Fed, 2004).
Bablas..
Jumat, 09 Maret 2012
dampak negatif internet dan penanggulangannya
Diera globalisasi ini teknologi berkembang amat sangat begitu pesat. Saat ini hampir semua orang menggunakan internet untuk mendapatkan info – info ter-update, untuk berkomunikasi dengan orang lain, bermain game dan lain sebagainya. Menggunakan internet sama saja saat kita menggunakan sebuah pisau dimana memiliki sisi tajam dan tumpul. Internet juga mempunyai sisi positif dan juga negative. Jika kita bisa memanfaatkan internet dengan baik dan cermat kita sudah menggunakan sisi positif dari internet. Dan sebaliknya jika kita tidak bisa menggunakan internet dengan baik,cermat dan bijaksana kita bisa terjerumus ke dalam hal negative yang bisa merugikan kita.
Dampak negative dari internet sangat banyak. Seorang anak yang kecanduan main game online sampai lupa sekolah, anak – anak yang sering melihat situs – situs porno, seorang suami membunuh istrinya hanya karena mengubah status perkawinannya di facebook miliknya, seorang suami membunuh istrinya gara – gara ketahuan berselingkuh di internet dengan teman chatting nya dan masih banyak lagi.
Cara mengatasi nya dengan cara memasang multi user seperti linux di setiap warnet atau rumah yang menggunakan internet. Dengan cara begitu bisa disesuaikan hak kases bagi masing – masing pemakainya sesuai umur dan kondisinya. Untuk anak – anak tidak diberikan akses ke situs – situs berbahaya dan bagi orang dewasa bisa saja diberikan tapi tidak disarankan. Strategi lainnya, terutama bagi yang menggunakan operasi system windows, dapat dilakukan dengan menggunakan software – software khusus untuk memblokir langsung situs – situs negative semacam itu yang sudah banyak tersedia.
Saya mempunyai pemikiran yang mungkin juga anda pikir kan. Saya memiliki saran untuk menanggulangi dampak negative dari pemakaian internet. Cara menanggulanginya:
- Memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang internet, dengan cara terus belajar. Ingat tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jangan samapi anda sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang hal ini, jangan malu bertanya. Seorang anak bisa saja membiarkan orang tuanya agar tidak memiliki pengetahuan tentang internet atau tentang pengetehuan tentang teknologi yang sedang digunakan anak – anaknya dengan tujuan agar orang tua beranggapan tidak ada hal negative dari internet.
- Membatasi penggunaan internet. Pembatasan disini memiliki arti pembatasan dari durasi penggunaan maupun akses ke suatu situs – situs tertentu, pemblokiran situs - situs tertentu.
- Letakkan perangkat yang memungkinkan untuk browsing ditempat yang dapat dengan mudah kita lihat. Bisa menghadap ke pintu, menghadap cermin atau ditempat – tempat lainyang gampang untuk kita awasi.
- Berikan arahan dan pemahan karena sebagai orang tua tidak mungkin bisa mengawasi anak – anaknya secara terus menerus selama 24 jam penuh. Dengan diberikan arahan dan pemahaman tersebut diharapkan anak dapat membuat keputusan sendiri dengan tepat tentang semua hal - hal yang boleh dan hal – hal yang tidak boleh.
- Menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Lagi – lagi komunikasi merupakan piranti penting dalam banyak hal. Dengan komunikasi yang lancer paling tidak kita bisa mendengarkan keluha, cerita atau curhatan anak – anak kita tentang apa yang sudah dilakukannya hari ini.
- Yang terakhir adalah pembekalan agama yang amat sangat penting di era yang sangat bebas ini.
Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan. Terima kasih pada para pembaca sekalian semoga artikel ini bisa bermanfaat kepada anda sekalian….
Bablas..
Kamis, 08 Maret 2012
switching!!!
Jika kita berbicara tentang jaringan computer, kita tidak akan lepas dari istilah circuit switching dan packet switching. Apa sih arti dari circuit switching??? Apa sih arti dari packet switching??? Apa perbedaan antara kedua istilah tersebut???
Circuit switching adalah jaringna yang mengalokasikan sebuah sirkuit yang dedicated di antara nodes dan terminal untuk digunakan untuk berkomunikasi. Koneksi pada circuit switching biasanya terjadi secara fisik point to the point. Konsep dari circuit switching adalah menentukan operasi circuit switching tunggal, terdiri dari sekumpulan station dan menetapkan jalur khusus. Kelemahan dari circuit switching adalah bisa menjadi sangat tidak efisien, kapasitas menjadi tidak jelas, dan terjadi suatu penundaan. Disamping kelemahan circuit switching mempunyai keunggulan yaitu tidak diperlukan logika jaringan khusus pada station tertentu. Contoh dari circuit switching ini adalah jaringan telepon umum, private Branch Exchange (PBX), jaringan swasta, data switch dan sebagainya
Apa sih packet switching itu?? Setelah saya membahas circuit switching secara singkat, sekarang saya akan menjelaskan tentang packet switching. Packet switching adalah metode jaringan komunikasi digital yang dikelompokkan menurut semua data yang ditransmisikan, terlepas dari konten, jenis atau struktur ke dalam blok yang sesuai dengan ukuran yang disebut paket. Packet switching merupakan salah satu teknologi efektif untuk komunikasi data jarak jauh. Jaringan packet switch merupakan kumpulan distribusi dari node-node packet switch sehingga selalu ada delay waktu antara perubahan status dalam satu porsi dari jaringan dan pengetahuan dari perubahan itu dimana saja. Konsep dari packet switching adalah message dibagi menjadi paket – paket kecil sebelum ditransmisikan dan pipelining ->mengurangi transmission delay.
Keuntungan dari packet switching adalah efisiensi line besar, menggunakan prioritas, dapat mengkonversi data rate, memungkinkan error detection dan correction, fault diagnosis sender dan receiver tidak perlu ready bersamaan.
Sekarang saya akan memperbandingkan antara circuit switching dan packet switching.
-Circuit switching tergantung pada path transmisi sedangkan packet switching tidak tergantung pada path transmisi.
-Circuit switching transmisi data secara kontinu sedangkan packet switching transmisi paket - paket.
-Circuit switching dan packet switching interaksinya cukup cepat.
-Circuit switching message - message tidak disimpan sedangkan packet switching paket – paket dimungkinkan disimpan sampai dikirim.
-Circuit switching path dibentuk untuk seluruh komunikasi sedangkan packet switching rute terbentuk untuk tiap paket.
-Circuit switching delay setup panggilan dan delay transmisi diabaikan sedangkan packet switching delay transmisi paket.
-Circuit switching sinyal sibuk bila party yang dipanggil sibuk sedangkan packet switching pengirim mungkin memberitahukan jika paket tidak dikirimkan.
-Circuit switching kelebihan beban mungkin memblok setup panggilan dan tidak ada delay untuk pembentukan panggilan - panggilan sedangkan packet switching kelebihan beban meningkatkan delay paket.
-Circuit switching elektromekanikal atau komputerisasi switching node sedangkan packet switching small switching node.
-Circuit switching pemakai bertanggung jawab untuk kehilangan proteksi message sedangkan packet switching jaringan mungkin bertanggung jawab untuk paket – paket individu.
-Circuit switching biasanya tidak ada konversi kecepatan atau kode sedangkan packet switching ada.
-Circuit switching bandwidth transmisi yang tetap sedangkan packet switching pemakaian bandwidth yang dinamis.
-Circuit switching tidak ada kelebihan bit – bit setelah setup panggilan sedangkan packet switching kelebihan bit – bit dalam tiap message.
Demikian penjabaran saya tentang circuit switching dan packet switching…
Bablas..
Langganan:
Komentar (Atom)

