Rabu, 17 Maret 2010

Berburu Clothing Unik di Bali Yuks!

Seiring berkembangnya komunitas indie di Bali, kebutuhan akan clothing bias jadi mengalami peningkatan. Jangan heran, bila dulu Bali terkenal dengan jogger-nya, kini Pulau Dewata ini tak ubahnya Kota Bandung dengan seabreg distro.
Ngomongin soal distro di Bali, mungkin tak habis kita bahas satu persatu. Tapi kalo ngomong soal unik, gak ada salahnya jika memulai dengan distro yang terletak di kawasan Teuku Umar Denpasar ini. “Noise”, biasa tempat ini dikenal para penggemar clothing. Jika dilihat sepintas, tempat ini tak ubahnya distro pada umumnya. Tapi jika melihat item yang di sediakan, kita baru sadar keunikan distro yang satu ini.
“kita membuka distro ini berawal dari kegelisahan kita melihat trend item yang didominasi warna merah putih dan hitam. Ide pun akhirnya muncul untuk memberikan sesuatu yang baru yang agak breaking the role. Dan menyediakan item full color. Dan ternyata ide kita berhasil dan disukai banyak orang,” papar Doe owner Noise. Gak cumin keunikan tema full color, jumlah item yang terbatas (eksklusif) dan fasilitas Wi-Fi membuat distro yang satu ini tak pernah sepi pengunjung.
Satu lagi tempat yang pas berburu item keren, “Suicide Clam”. Meski menyediakan item seperti halnya distro, tapi tempat ini lebih cocok disebut butik. “Kita beda dengan distro, karena kita menjual barang design kita dan menggunakan brand Suicide Glam, jadi lebih lebih pasnya seperti konsep butik,” jelas Rudolf Dethu, Owner Suicide Glam.
Terletak di Denpasar dan Kuta, Suicide Glam berdiri sejak tahun 2000 karena terinspirasi oleh beberapa band Rock and Roll macam Glampunkabilly, David Bowie, Sid Vicious dan sebagainya. Jagan heran, item yang ada disini bertema gak jauh dari Sex, Drug, Musik dan Pembrontakan (semangat rock and roll). “Karena kita memakai nama “Suicide Glam”, produk kita sempat dianggap memicu kecenderungan remaja untuk bunuh diri di Australia. Awalnya kaget sih, tapi lama-lama gak masalah, itung-itung promo gratis,” papar Rudolf Dethu.
Gak Cuma di Bali (Indonesia) Butik yang satu ini bias dijumpai di Jerman dan Australia. “Kita memang buka cabang di Jerman dan Australia, dan kita bangga karena brand kita disukai di sana,” pungkasnya. Bablas..

Selasa, 16 Maret 2010

Yang Penting Ketawa…Hah…Hah…Haaa (Mbah Surip)

Di balik penampilannya yang eksentriks dan tingkahnya yang asal-asalan, Urip Ariyanto atua yang biasa dikenal “Mbah Surip” adalah sosok yang konsisten dan pantang menyerah. Pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 5 Mei 1949, ternyata juga sosok seniman yang memiliki kemampuan merangkai kata membentuk filosofi. Paling gak terlihat di lagunya yang sekarang menjadi hits “Tak Gendong”.

Musik sederhana dan lirik yang simple dan mudah dinyanyikan membuat karya Mbah Surip mudah dikenal dan diingat, bahkan dinyanyikan anak kecil. Gak heran, seniman penggemar kopi hitam ini memiliki penggemar multi usia. Tapi jangan salah, dalam setiap karyanya, Mbah Surip selalu memberikan pesan-pesan social serius, meski sering dibawakan dengan gaya kocak dengan ketawa yang menjadi icon seniman jebolan komunitas Bulungan ini.

Lagu “Tak Gendong” misalnya, konon lagu ini terinspirasi dari filosofi bis kota. “Lagu ini terinspirasi dari filsofi bis kota. Dimana angkutan rakyat ini sering mengantar siapa saja. Pencopet, anak sekolah, karyawan, jambret dan semua. Yang artinya menolong tanpa pamrih, meski yang kita tolong itu baik atau jahat,” jelasnya. Sebagai catatan, meski baru ngetop saat ini, lagu “Tak Gendong” ternyata sudah lahir lebih dari 20 tahun yang lalu dan sering dibawakan Mbah Surip dalam setiap kesempatan manggung.

Jika kita jeli, pria yang kerap berpenampilan “Ratafarian” ini sempat juga tampil di beberapa sinetron. Peran jadi preman yang galak menjadi langganan pria murah ketawa ini. Selain itu, si Mbah Surip juga sempat mendapatkan penghargaan rokor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori menyanyi terlama.

Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Mulai pekerjaan dibidang pengeboran minyak, tambang berlian bahkan lelaki yang memiliki gelar Drs, Insinyur, dan MBA ini pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California. Bablas..

Hitam Putih Perjalanan Sang Legenda (Koes Plus)

Menyelami perjalanan band yang satu ini, mungkin kita akan sadar, susahnya untuk membangun sebuah band yang bebas berkarya seperti saat ini. Banyak hal yang menjadi halangan untuk tetap eksis. Satu yang paling ngeri adalah harus berurusan dengan penguasa yang ujung-ujungnya masuk penjara kalo karya yang diciptakan dianggap menyalahi aturan.

Pada dasarnya gak Cuma koes plus yang pernah tersandung dan merasakan dinginnya tembok bui. Beberapa band yang ada di era tahun 60 sampai 80 an pernah tersandung masalah ini. Peraturan yang membatasi musisi untuk menyanyikan musik ngak-ngik-ngok (berlirik berbahasa asing) membuat koes plus dipenjara. Beberapa single band band ini memang menggunakan bahasa asing, seperti “Why Do You Love Me”. Perjalanan karirnya yang harus menemui jeruji penjara rupanya gak mengurangi kreativitas Koes Plus dalam berkarya. Terbukti beberapa album sempat keluar meski para personilnya masih dibalik jeruji tahanan.

Dibentuk pada tahun 1969, band yang satu ini awalnya bernama koes bersaudara. Sesuai namanya, band ini diisi personil yang memiliki hubungan saudara. Diantaranya John Koeswoyo, Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, dan Nomo Koeswoyo. Cabutnya John dan Nomo dan digantikan Muri akhirnya membuat band ini berganti nama menjadi Koes Plus.

Meski dianggap sebagai band yang memberi banyak pengaruh pada musik pop, Rock dan rock n roll, bukan berarti koes plus hanya memainkan musik dijaluir ini saja. Musik bergenre kroncong, melayu hingga dangdut juga pernah mereka bawakan dan diabadikan dalam sebuah album. Gak cumin itu, selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Koes Plus juga pernah mengeluarkan album berbahasa daerah (Jawa) melalui albumnya “Koes Plus Pop Jawa Volume 4” tahun 1977.

Gak kurang 78 album lahir melalui karir bermusik Koes Plus hingga sekarang. Banyaknya single yang menjadi hits dan nge-trend di masyarakat, gak berlebih jika banyak band terinspirasi Koes Plus. Maka dari itu, banyak orang yang pada akhirnya memberi predikat legend di balik nama band yang satu ini. Bablas..

Sabtu, 06 Maret 2010

Ramai2 Lagu Daur Ulang Kreatif atau Tidak Kreatif

Persaingan di dunia musik tanah air terutama band, membuat management dan sang artis melakukan berbagai upaya untuk menarik telinga peminat musik. Trend yang begitu kelihatan sekarang adalah mencomot lagu lawas yang terkenal dan di daur ulang kembali dengan aransemen baru. Memang kreatif sebab lagu rasa lagu menyesuaikan dengan karakter penyanyi/band yang bersangkutan. Dan memang tidak kreatif sebab bukan lagu sendiri.

Mr. H cukup bingung sebab baru kali ini lagu daur ulang bener2 booming. Kalo dilihat sebelumnya memang udah ada beberapa band yang mengambil lagu lawas tapi lebih ke bentuk tribute seperti Koes Plus ato Chrisye dan juga Godbless. Nah sekarang ini tahun 2010 beberapa band memilih untuk mengaransemen lagu lawas milik mereka sendiri, contohnya Kahitna lewat “Untukku” ato Jamrud dengan single “Putri”.

Wajar saja sebab band senior tersebut butuh cara baru untuk mencari penggemar yang sekarang dipenuhi band anak muda dengan aliran yang lebih melow dank e arah melayu. So….keluarkan lagu yang udah lama, diharap proses sosialisasi telinga lebih mudah karma dulunya terkenal. Dan buat generasi muda sekarang paling gak waktu mereka kecil dulu pasti ikut mendengarkan entah dari kakak ato orang tua. Tapi Mr. H merasa bahwa kepentingan bisnis lebih besar dibandingkan jiwa seni yang dialirkan di tiap lagu. Mungkin bahasa gampangnya sih cuma kejar setoran.

Beda band beda lagu dan strategi daur ulang. Buat yang belum terlalu lama di dunia musik lebih memilih daur ulng lagu di era 90-an. Seperti Vagetos “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” dari Broery Marantika, Tiket “Jatuh Bangun” milik Meggy Z, J-Rocks “Madu dan Racun” dari Arie Wibowo, ST12 dengan “Isabella” dari negeri Jiran, T.R.I.A.D lewat “Musthapa” milik Queen.

Dilihat dari aransemen yang dimiliki emang top banget dah. Dinyanyikan dengan cirri khas masing2 band dan kerasa perbedaan dibandingkan sama lagu aslinya. Bahkan yang beda genre bisa beda rasa dan suara pas diaransemen ulang. Nah kalo dilihat lagu karya orang lain mungkin bisa dinilai agak tidak kreatif dan kurang berani. Ssebab mau gak mau masih mengandalkan keterkenalan lagu itu di jaman dahulu yang diharapkan punya kekuatan sam di jaman sekarang. Yang bikin Mr. H bingung kenapa sich band kelas atas menyanyikan lagu lawas bukannya bikin karya sendiri. Kreatif ato gak kreatif ??? Bablas..

Rabu, 03 Maret 2010

GUITAR ROBOT FAST TURNER

Tahun lalu Gibson memperkenalkan The Dark Fire Gitar, yang mengikuti generasi pertama Robot Guitar. Gibson berhenti memproduksi Dark Fire setelah ada 100 konsumen yang memprakarsai untuk mendesain ulang dengan fitur yang lebih lengkap. Generasi ketiga Gibson Robot Technologies yang bernama Gibson Dusk Tiger diperkenalkan pada 7 Desember 2009. Cuma 200 situs ritel di seluruh dunia memiliki akses untuk menjual gitar ini. Jumlahnya hanya 1000 unit saja di Dunia. Indonesia Cuma kebagian satu unit yang sekarang ada di Surabaya.

Gibson Dark Tiger memperkenalkan tiga inovasi penting, yang semuanya dimasukkan ke dalam Gibson Dusk Tiger (Harimau Senja). Robot tuning 2 sistem, baik yang meningkatkan akurasi dan kecepatan auto tuning Standar atau Alternative Tuning (Teknik Open Tuning) secara otomatis akan menstem (Tuning) sesuai yang diinginkan.

Contoh: Kalau ingin mengubah Standar Tuning (E A D G B E) dijadikan Open G (D G D G B D) kita putar knob (MCK=Master Contrl Knob) yang ada di bodi yang ada tulisan G lalu kita Strum (digenjreng) maka Dyer (Tuning Machine) akan bergerak sendiri sesuai dengan nada. Jadi ada mekanik khusus yang bikin gitar ini gak mungkin fals dan pasti akurat sesuai dengan stem yang diinginkan.

Dengan Teknologi Bunglon gitar ini bisa diisi berbagai macam efek dan suara yang biasanya harus menggunakan alat bantu. Tinggal masukkan di program dan langsung dipakai. Kecanggihan gitar ini memungkinkan untuk mencapai semua nada gitar klasik, dengan nada klasik ke 7. Bahkan gitar ini mampu meningkatkan toggle pickup switch, jadi bisa campur antara PIEZO pickup dengan pickup tradisional. Jadi gitaris punya lusinan suara unik serta banyak suara tradisional dan semua dalam definisi tinggi analog murni.

Dusk Tiger juga dilengkapi dengan software editor. Program yang akan memungkinkan Anda untuk membuat sendiri set untuk gitar. Program ini akan mampu menyimpan preset sebagai file komputer sehingga Anda dapat menyimpan atau berbagi nada khusus. Bablas..