Kamis, 15 Maret 2012

digital economy

Dijaman yang amat sangat modern seperti sekarang ini, teknologi berkembang begitu sangat pesat. Banyak perangakt-perangkat teknologi yang berkembang begitu sangat pesat. Banyak orang yang mempunyai inovasi – inovasi yang berhubungan atau yang memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu nya digital economy. beberapa konsep - konsep yang bersangkutan dengan digital economy adalah digital economy, economic of internet, knowledge based economy, e – commerce, e-marketing, e-business, e-finance, e-baning, e-money, digital cash, dan less-cash society. Semua konsep-konsep baru tersebut berkaitan dengan perkembangan dan penerapan dari perkembangan teknologi pada berbagai sektor perekonomian. Pada saat ini banyak orang di Indonesia sudah banyak menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, kartu debet, kartu ATM, kartu prabayar dan lain sebagainya untuk melakukan berbagai transaksi mulai dari masyarakat kota sampai masyarakat desa sudah menggunakannya. Tidak hanya itu alat pembayaran non tunai yang ada di Indonesia ini, masih banyak lagi yang lainnya. Proses-proses pembayaran tersebut sudah banyak dilakukan oleh pelaku bisnis di Indonesia mulai bank atau non bank pun sudah melakukannya. Contoh saja sekarang sudah ada pom bensin, masuk tol, pembelian barang di berbagai pusat perbelanjaan dan masih banyak lainnya jasa-jasa yang menggunakan proses pembayaran ini. Mungkin beberapa tahun ke depan semua sector ekonomi di Indonesia sudah memakai proses pembayaran ini. Pada saat ini perkembangan pengguna kartu plastic ataupun biasa disebut kartu atm cenderung menunjukkan trend meningkat dari tahun ke tahun. Seperti yang di laporkan oleh BI (Bank Indonesia) di sebuah media masa maupun elektronik menyatakan bahwa sampai bulan Juli 2007 tercatat ada 54 bank yang telah menerbitkan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan 21 pelaku ekonomi contohnya perbankan, lembaga-lembaga selain bank telah menerbitkan kartu kredit. Jumlah bank yang telah menerbitkan kartu ATM maupun kartu kredit tercatat 37 bank. Tapi hanya dua perusahaan yang telah menerbitkan kartu prabayar yaitu Telekomunikasi Indonesia dan Telekomunikasi Seluler. Seperti yang saya kutip dari sebuah media masa yang terbit pada tahun 2004. Intensitas penggunaan layanan transaksi berbasis kartu di Indonesia memang cenderung semakin meningkat. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat digital khususnya less-cash society di Indonesia mulai terbentuk. Memang masyarakat digital tersebut masih tergolong minoritas. Sebagai ilustrasi, jika jumlah kartu plastik sebanyak 41.172.551 dibagi jumlah penduduk Indonesia- yang tercatat sebanyak 225 juta pada tahun 2006, maka kartu plastik per kapitanya adalah 0.18. Angka tersebut bisa diartikan bahwa hanya 18 dari 100 orang Indonesia yang mempunyai kartu plastik. Jumlah masyarakat digital tersebut relatif tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Sebagai contoh, di Amerika Serikat persentase keluarga yang menggunakan berbagai jenis kartu plastik tersebut untuk tahun 2003 saja sudah mencapai 65% untuk kartu ATM, 54% untuk Debit Card, 73% untuk Prepaid Card, dan 6% untuk Smart Card (The Fed, 2004). Sekarang sudah banyak bank yang menerbitkan layanan e-Banking di Indonesia. Yang saya ketahui bank yang telah menerbitkan layanan ini adalah BNI dan BCA. Mungkin bank-bank lain juga sudah menerbitkan namun saya hanya mengetahui 2 bank besar di Indonesia yang telah menerbitkan layanan ini. Peminat layanan ini masih dari kalangan menengah ke atas. Mereka memilih menggunakan layanan ini dikarenakan mereka diberi kemudahan untuk bertransaksi melalui computer tanpa perlu kita ke bank. Namun banyak hal yang sangat berpengaruh untuk menghambat laju peningkatan pengguna pada layanan ini yaitu tidak kerahasiaan dan tingkat keamanan yang mungkin masih banyak dipertanyakan oleh beberapa orang. Untuk kasus di Amerika Serikat, pemanfaatan layanan perbankan berbasis komputer (computer banking) disebabkan oleh faktor kemudahan layanan- disebutkan oleh 79 persen responden dan penghematan waktu-disebutkan oleh 71 persen responden. Hasil survey lainnya menunjukkan faktor kesediaan layanan E-banking yang 24 jam menjadi faktor penting lainnya (The Fed, 2004).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda demi kemajuan saya