Seiring berkembangnya komunitas indie di Bali, kebutuhan akan clothing bias jadi mengalami peningkatan. Jangan heran, bila dulu Bali terkenal dengan jogger-nya, kini Pulau Dewata ini tak ubahnya Kota Bandung dengan seabreg distro.
Ngomongin soal distro di Bali, mungkin tak habis kita bahas satu persatu. Tapi kalo ngomong soal unik, gak ada salahnya jika memulai dengan distro yang terletak di kawasan Teuku Umar Denpasar ini. “Noise”, biasa tempat ini dikenal para penggemar clothing. Jika dilihat sepintas, tempat ini tak ubahnya distro pada umumnya. Tapi jika melihat item yang di sediakan, kita baru sadar keunikan distro yang satu ini.
“kita membuka distro ini berawal dari kegelisahan kita melihat trend item yang didominasi warna merah putih dan hitam. Ide pun akhirnya muncul untuk memberikan sesuatu yang baru yang agak breaking the role. Dan menyediakan item full color. Dan ternyata ide kita berhasil dan disukai banyak orang,” papar Doe owner Noise. Gak cumin keunikan tema full color, jumlah item yang terbatas (eksklusif) dan fasilitas Wi-Fi membuat distro yang satu ini tak pernah sepi pengunjung.
Satu lagi tempat yang pas berburu item keren, “Suicide Clam”. Meski menyediakan item seperti halnya distro, tapi tempat ini lebih cocok disebut butik. “Kita beda dengan distro, karena kita menjual barang design kita dan menggunakan brand Suicide Glam, jadi lebih lebih pasnya seperti konsep butik,” jelas Rudolf Dethu, Owner Suicide Glam.
Terletak di Denpasar dan Kuta, Suicide Glam berdiri sejak tahun 2000 karena terinspirasi oleh beberapa band Rock and Roll macam Glampunkabilly, David Bowie, Sid Vicious dan sebagainya. Jagan heran, item yang ada disini bertema gak jauh dari Sex, Drug, Musik dan Pembrontakan (semangat rock and roll). “Karena kita memakai nama “Suicide Glam”, produk kita sempat dianggap memicu kecenderungan remaja untuk bunuh diri di Australia. Awalnya kaget sih, tapi lama-lama gak masalah, itung-itung promo gratis,” papar Rudolf Dethu.
Gak Cuma di Bali (Indonesia) Butik yang satu ini bias dijumpai di Jerman dan Australia. “Kita memang buka cabang di Jerman dan Australia, dan kita bangga karena brand kita disukai di sana,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda demi kemajuan saya